Sistem Presidensial Yang Dianut Oleh Bung Hatta
- Dipimpin oleh seorang presiden sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara.
- Kekuasaan eksekutif diangkat menjadi presiden oleh demokrasi rakyat dan dipilih langsung oleh mereka atau melalui badan perwakilan rakyat.
- Presiden memiliki hak prerogatif (hak istimewa) untuk mengangkat dan memberhentikan menteri yang memimpin departemen dan non-departemen.
- Menteri yang bertanggung jawab hanya untuk kekuasaan eksekutif (tidak kekuasaan legislatif).
- Kekuasaan eksekutif tidak bertanggung jawab kepada kekuasaan legislatif.
- Kekuasaan eksekutif tidak bisa dipaksakan oleh legislatif.
Kelebihan dan kelemahan dari sistem presidensial
- Cabang eksekutif adalah posisi yang lebih stabil karena tidak tergantung pada parlemen.
- Masa jabatan badan eksekutif lebih jelas dengan jangka waktu tertentu. Misalnya, istilah presiden AS empat tahun, Presiden Filipina adalah enam tahun dan Presiden Indonesia adalah lima tahun.
- Penyusunan program kerja kabinet mudah disesuaikan dengan jangka waktu masa jabatannya.
- Legislatif bukan tempat regenerasi untuk posisi eksekutif karena dapat diisi oleh orang luar, termasuk anggota parlemen.
- Kekuasaan eksekutif di luar pengawasan langsung legislatif sehingga dapat menciptakan kekuasaan mutlak.
- Sistem Akuntabilitas kurang jelas.
- Pengambilan keputusan atau kebijakan publik umumnya hasil tawar-menawar antara eksekutif dan legislatif, sejauh tidak keputusan tegas
- Membuat keputusan memakan waktu yang lama.
walaupun ada kekurangan dan kelebihan dari sistem ini seperti proses pembuatan keputusan memakan waktu yang lama,akan tetapi menurut saya keputusan yang diambil oleh bung hatta merupakan suatu contoh dari kekuatan integritas yang beliau punya,kekuatan integritas yang sangat besar yang berpegang pada prinsip-prinsipnya sebuah prinsip yang tidak akan lekang oleh waktu prinsip kesederhanaan,keefektifan dalam jangka panjang yang beliau pegang teguh.walaupun banyak anggota-anggota parlemen atau orang-orang dari eksekutif yang memohon dan meminta beliau untuk kembali pada pemerintahan bersama dengan presiden soekarno.beliau tetap teguh pada pendiriannya, mungkin saja beliau pernah merasa bosan dan capek atau mungkin goyah dengan apa yang diyakini dan diputuskannya tetapi beliau tetap berpegang pada prinsipnya.inilah sebuah integritas yang dapat terlihat dari beliau.
kisah inilah yang mengajariku apa arti integritas!!
sumber : -http://s-kisah.blogspot.co.id/2012/04/tempo01-april-1978.html
- http://www.dosenpendidikan.com/pengertian-sistem-dan-kabinet-presidensial-serta-tugasnya/